Ibadah Wanita Bethel Indonesia Mawar Saron – Pdm. Jean Rondonuwu, S.Th
Bacaan Alkitab : 2 Timotius 1:7
“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”
Introduction
Ada banyak wanita yang terlihat kuat di luar, tetapi diam diam menyimpan ketakutan di dalam hati. Ketakutan tentang masa depan anak, kesehatan keluarga, kondisi ekonomi, pelayanan, bahkan masa tua dan kesendirian. Pikiran terus bekerja tanpa henti, mencoba mengatur segala sesuatu supaya tetap aman. Akibatnya, hati menjadi lelah, sukacita memudar, dan hari ini akhirnya habis dipenuhi kecemasan tentang hari esok. Firman Tuhan dalam 2 Timotius 1:7 berkata bahwa Allah tidak memberikan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban. Ketakutan bukan berasal dari Tuhan. Ketakutan sering kali membuat seseorang kehilangan damai sejahtera karena merasa harus memegang kendali penuh atas hidupnya sendiri. Padahal Tuhan sudah terlebih dahulu ada di masa depan setiap anak-Nya.
Sebagai wanita, sering kali ada begitu banyak hal yang dipikirkan sekaligus. Masa depan keluarga, kebutuhan rumah tangga, pendidikan anak, pekerjaan, hingga berbagai kemungkinan buruk yang bahkan belum tentu terjadi. Tidak heran banyak wanita hidup dalam tekanan pikiran. Namun Tuhan mengingatkan bahwa manusia tidak diciptakan untuk memikul beban hari esok dengan kekuatan hari ini. Tuhan memberikan “manna” yang cukup untuk setiap hari, dan Tuhan juga sudah menyediakan anugerah baru untuk hari esok.
1. Allah yang Memegang Kendali
Salah satu alasan terbesar mengapa wanita tidak perlu takut akan masa depan adalah karena Tuhan memegang kendali penuh atas hidup umat-Nya. Yeremia 29:11 berkata bahwa Tuhan memiliki rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikanhari depan yang penuh harapan. Masa depan orang percaya bukanlah sesuatu yang berjalan tanpa arah, melainkan berada di dalam tangan Tuhan yang sempurna.
Sering kali ketakutan muncul karena manusia merasa dirinya harus mengatur semuanya sendiri. Ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, hati mulai gelisah dan pikiran dipenuhi berbagai kemungkinan buruk. Namun Tuhan tidak pernah meminta umat-Nya menjadi “manajer alam semesta”. Tuhan hanya meminta anak-anak-Nya percaya dan menyerahkan kendali kepada-Nya. Masa depan mungkin terlihat kabur bagi manusia, tetapi tidak pernah kabur bagi Tuhan.
Tuhan sudah mengetahui akhir dari setiap perjalanan hidup umat-Nya. Karena itu, ketakutan tidak boleh menguasai hati orang percaya. Ketika seseorang mengenal siapa Tuhannya, maka ia akan memiliki keberanian untuk melangkah sekalipun belum melihat seluruh jalan di depannya.
Ketakutan juga sering berakar pada rasa takut menghadapi masalah seorang diri. Banyak wanita merasa harus kuat sendiri, memikirkan semuanya sendiri, dan memikul semuanya sendiri. Namun Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya berjalan sendirian. Tuhan memang tidak menjanjikan hidup tanpa lembah, tetapi Tuhan berjanji menyertai setiap langkah umat-Nya, bahkan di masa masa paling sulit sekalipun.
2. Penyertaan Tuhan yang Setia
Matius 28:20 mengingatkan bahwa Tuhan menyertai umat-Nya senantiasa sampai kepada akhir zaman. Penyertaan Tuhan bukan hanya untuk hari hari baik, tetapi juga ketika hidup terasa berat, membingungkan, dan penuh ketidakpastian.
Banyak kali manusia hanya fokus pada masalah yang sedang dihadapi, sehingga lupa melihat bagaimana Tuhan sebenarnya sedang bekerja di balik setiap keadaan. Ada situasi yang mungkin terlihat mengecewakan hari ini, tetapi ternyata menjadi cara Tuhan melindungi umat-Nya dari sesuatu yang lebih buruk. Apa yang dianggap keterlambatan, hambatan, atau kegagalan, sering kali justru merupakan bentuk penyertaan Tuhan yang tidak disadari.
Tuhan tidak pernah terlambat menolong umat-Nya. Pertolongan-Nya mungkin tidak selalu datang sesuai waktu manusia, tetapi selalu tepat pada waktunya. Karena itu, wanita Tuhantidak perlu hidup dikuasai ketakutan. Penyertaan Tuhan cukup untuk memberikan kekuatan menghadapi setiap musim kehidupan.
Firman Tuhan juga menunjukkan bahwa banyak tokoh Alkitab memiliki ketakutan dan keterbatasan. Musa merasa tidak pandai bicara, Yeremia merasa terlalu muda, Gideon merasa dirinya kecil, dan Tomas pernah dipenuhi keraguan. Namun Tuhan tetap memakai mereka secara luar biasa. Tuhan tidak mencari orang yang sempurna, tetapi Tuhan memampukan setiap orang yang dipilih-Nya.
Ketika seseorang berhenti melihat keterbatasan dirinya dan mulai melihat kebesaran Tuhan, rasa takut perlahan berubah menjadi keberanian. Tuhan sanggup meniupkan kembali semangat dan kekuatan di dalam hati yang mulai lelah. Bara kecil sekalipun dapat kembali menjadi api yang besar ketika Tuhan bekerja di dalamnya.
3. Mengganti Kekhawatiran dengan Iman
Ketakutan masa depan sering mencuri sukacita hari ini. Banyak orang terlalu sibuk memikirkan hari esok sampai lupa menikmati penyertaan Tuhan hari ini. Karena itu, firman Tuhan mengajarkan agar setiap kekhawatiran diubah menjadi doa. Pikiran yang dipenuhi pertanyaan “bagaimana jika” perlu diganti dengan iman yang berkata, “Tuhan, aku percaya.”
Wanita yang hidup dekat dengan Tuhan akan belajar menyerahkan kekhawatirannya melalui doa, penyembahan, dan persekutuan dengan Tuhan. Semakin seseorang mengenal Tuhan, semakin ia percaya bahwa hidupnya tidak berjalan sendirian. Tuhan yang sudah menolong dimasa lalu akan tetap setia menolong di masa depan.
Karena itu, fokuslah melakukan bagian yang Tuhan percayakan hari ini. Menjadi ibu yang mengasihi keluarga, menjadi istri yang setia, bekerja dengan sungguh sungguh, melayani dengan hati yang benar, dan tetap hidup dalam iman kepada Tuhan. Ketika manusia melakukan bagiannya dengan setia, Tuhan sanggup mengerjakan bagian yang tidak mampu dilakukan manusia.
Cover
Masa depan bukanlah monster yang harus ditakuti, melainkan wilayah yang sudah lebih dahulu dimasuki oleh Tuhan. Keamanan hidup bukan terletak pada seberapa sempurnarencana manusia, melainkan pada siapa yang memegang tangan kehidupan ini. Tuhan adalah Bapa yang setia, yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya berjalan sendiri.
Karena itu, jangan biarkan ketakutan mencuri kelimpahan yang Tuhan sediakan. Lepaskan kendali yang melelahkan itu dan mulailah berjalan dengan iman. Hari esok memang belum terlihat oleh manusia, tetapi Tuhan sudah ada di sana, mempersiapkan pertolongan, pemeliharaan, dan kemenangan bagi setiap anak-anak-Nya.