Bacaan Alkitab : Markus 16:9–20

Ayat Renungan : Markus 16:20

– Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. –

INTRODUCTION

Kenaikan Tuhan Yesus ke surga bukanlah akhir dari pekerjaan-Nya di dunia. Banyak orang memandang kenaikan Kristus seolah Yesus pergi meninggalkan murid-murid-Nya, padahal justru sejak saat itulah pemerintahan Kristus dinyatakan secara penuh atas gereja-Nya.

Markus menutup Injilnya bukan hanya dengan kubur yang kosong, tetapi dengan Kristus yang naik ke surga dan gereja yang terus bergerak memberitakan Injil. Di tengah tekanan, penganiayaan, dan ketidakpastian dunia Romawi pada masa itu, Markus menegaskan bahwa Yesus bukan hanya Juruselamat yang mati dan bangkit, tetapi Raja yang hidup, berkuasa, dan memerintah untuk selama-lamanya. Dalam budaya Romawi, kenaikan seorang penguasa melambangkan kemenangan, penobatan, pemerintahan, dan otoritas tertinggi. Karena itu ketika Markus menulis bahwa Kristus duduk di sebelah kanan Allah, itu berbicara tentang posisi kuasa surgawi yang tertinggi.

Kenaikan Kristus bukan berarti gereja ditinggalkan, melainkan gereja diutus untuk bergerak dengan kuasa dan hadirat Tuhan yang terus menyertai. Dari sinilah lahir janji kelimpahan bagi gereja Tuhan: kelimpahan amanat agung, kelimpahan kuasa Tuhan, dan kelimpahan hadirat-Nya yang terus bekerja bersama umat-Nya.

3 JANJI KELIMPAHAN DARI KENAIKAN TUHAN YESUS KRISTUS

1. Kelimpahan Amanat Agung (Markus 16:15)

Markus 16:15 mencatat perintah Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Kata “pergilah” dalam bahasa Yunani menggunakan kata Πορευθέντες (poreuthentes), yang bukan sekadar berarti berjalan biasa, tetapi pergi dengan misi, bergerak dengan tujuan, dan diutus dengan otoritas. KenaikanKristus melahirkan gereja yang bergerak. Injil tidak lagi hanya berada di wilayah kecil Israel, tetapi mulai menjangkau bangsa-bangsa di seluruh dunia. Sebelum kenaikan-Nya, pelayanan Yesus terbatas secara fisik di tanah Israel. Namun setelah Kristus naik dan Roh Kudus dicurahkan, Injil mulai bermultiplikasi dengan luar biasa.

Murid bertambah, gereja lahir di berbagai tempat, pelayanan berkembang, dan pengaruh Kerajaan Allah menjangkau dunia. Inilah DNA dari kenaikan Kristus: multiplikasi. Karena itu, Tahun Multiplikasi 2027 tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan jumlah, tetapi tentang gereja yang bergerak keluar membawa Injil dan menghadirkan Kerajaan Allah di tengah dunia. Kelimpahan amanat agung mengingatkan bahwa gereja tidak dipanggil hanya untuk nyaman di dalam gedung, tetapi untuk menjadi gereja yang pergi, menjangkau, dan membawa keselamatan. Kristus yang naik ke surga sedang memanggil gereja-Nya untuk terus bergerak dengan misi surgawi, sebab Injil tidak pernah dimaksudkan untuk berhenti di satu tempat saja.

2. Kelimpahan Kuasa Tuhan (Markus 16:17-18)

Kenaikan Kristus bukan mengurangi kuasa gereja, tetapi justru melepaskan kuasa atas gereja-Nya. Markus 16:17-18 menjelaskan bahwa tanda-tanda akan menyertai orang-orang percaya. Kata “menyertai” memakai kata Yunani παρακολουθήσει (parakolouthēsei), yang berarti mengikuti dekat, melekat terus-menerus, dan tidak terpisahkan. Akar katanya berasal dari παρά (para) yang berarti “dekat di samping” dan ἀκολουθέω (akoloutheo) yang berarti “mengikuti.” Dalam dunia Yunani, kata ini dipakai untuk menggambarkan seorang murid yang mengikuti gurunya dengan dekat, seorang prajurit yang mengikuti komandannya, atau seseorang yang terus berjalan berdampingan tanpa terpisah. Artinya, kuasa Tuhan bukan hadir sesekali, tetapi terus mengikuti kehidupan orang percaya. Kuasa Tuhan tidak hanya muncul pada momen-momen tertentu, melainkan melekat dalam perjalanan hidup umat Tuhan sehari-hari.

Tuhan Yesus tidak berkata bahwa orang percaya harus mengejar tanda-tanda, melainkan tanda-tanda itulah yang akan mengikuti orang percaya. Inilah prinsip penting yang harus dipahami gereja. Mujizat bukan alat mencari popularitas, sensasi rohani, atau pertunjukan untuk menarik perhatian manusia. Mujizat hanyalah konfirmasi bahwa Kristus yang naik ke surga masih terus bekerja melalui gereja-Nya di bumi. Ketika Injil diberitakan dan Kristus dimuliakan, kuasa Tuhan akan menyertai umat-Nya. Pada zaman gereja mula-mula, kuasa itu dinyatakan melalui pengusiran setan, bahasa-bahasa baru, perlindungan ilahi, kesembuhan orang sakit, dan berbagai tanda ajaib lainnya. Semua itu menjadi bukti bahwa sekalipun Kristus naik ke surga, kuasa-Nya tetap bekerja melalui gereja di bumi.

Karena itu, gereja masa kini tidak boleh hanya besar secara fasilitas, program, atau gedung. Gereja harus dipenuhi kuasa Roh Kudus dan terus memberitakan Injil. Gereja tanpa kuasa hanya akan menjadi organisasi biasa, tetapi gereja yang dipenuhi kuasa Tuhan akan menjadi alat multiplikasi surga. Ketika Kristus dimuliakan, Injil diberitakan, dan gereja hidup dalam tuntunan Roh Kudus, maka kuasa Tuhan akan terus bekerja menyertai umat-Nya dan membawa dampak yang nyata bagi dunia.

3. Kelimpahan Hadirat-Nya (Gal. 3:28-29)

Markus 16:20 berkata bahwa para murid pergi memberitakan Injil dan Tuhan turut “bekerja” serta meneguhkan firman-Nya dengan tanda-tanda yang menyertainya. Kata Yunani συνεργοῦντος (synergountos) berarti bekerja bersama-sama. Secara fisik Kristus memang naik ke surga, tetapi secara rohani Ia tetap hadir dan bekerja bersama gereja-Nya.

Inilah jaminan terbesar dari kenaikan Kristus. Umat Tuhan tidak melayani sendirian, tidak membangun keluarga sendirian, tidak menggembalakan sendirian, dan tidak menjalani hidup sendirian. Tuhan sendiri turut bekerja bersama umat-Nya. Semua perjalanan GBI Mawar Saron dari Tahun Keluarga, Tahun Kebangkitan, Tahun Restorasi, Tahun Komitmen, Tahun Berkat-Berkat, hingga Tahun Kelimpahan bukan hanya hasil kekuatan manusia, tetapi karena Tuhan turut bekerja di dalamnya.

Multiplikasi sejati tidak lahir hanya dari strategi manusia, melainkan dari hadirat Tuhan yang bekerja bersama gereja-Nya. Menuju Golden Jubilee 2028, Tuhan sedang membawa gereja-Nya memasuki kelimpahan hadirat-Nya, supaya bukan hanya warisan jasmani yang ditinggalkan, tetapi juga warisan rohani berupa jiwa-jiwa yang diselamatkan dan generasi yang terus hidup bagi Tuhan.

PENUTUPAN

Kenaikan Kristus bukan tentang Yesus meninggalkan bumi, tetapi tentang Kristus yang mulai memerintah secara penuh atas gereja-Nya. Dari kenaikan-Nya lahir gereja yangbergerak memberitakan Injil, gereja yang dipenuhi kuasa Roh Kudus, dan gereja yang terus disertai hadirat Tuhan. Dunia mungkin penuh tekanan dan ketidakpastian, tetapi Kristus yang naik ke surga tetap bekerja bersama umat-Nya sampai hari ini. Karena itu, gereja Tuhan dipanggil untuk terus melangkah dalam amanat agung, hidup dalam kuasa-Nya, dan percaya bahwa Tuhan yang sama masih terus menyertai, memimpin, dan melimpahkan kelimpahan bagi gereja-Nya hingga generasi-generasi berikutnya.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted