Bacaan Alkitab: 1 Tesalonika 5:1-11
Ayat Renungan: 1 Tesalonika 5:6
“Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.”
Pertumbuhan rohani tidak pernah terjadi secara kebetulan. Setiap awal musim yang baru, selalu ada satu pekerjaan penting yang harus dilakukan terlebih dahulu, yaitu membersihkan. Seperti tanaman yang perlu dipangkas agar berbuah lebih lebat, begitu pula kehidupan orang percaya. Pertumbuhan yang sehat selalu diawali dengan keberanian untuk beres-beres, menyingkirkan hal-hal yang menghambat hidup rohani, jiwani, dan jasmani.
Bersih-bersih yang pertama adalah bersih-bersih rohani. Ini berarti menata ulang pusat iman, kembali kepada Yesus satu-satunya fokus. Derasnya arus informasi, pengajaran, dan tayangan rohani di era digital, orang percaya ditantang untuk lebih peka membedakan mana yang murni dan mana yang hanya tampak rohani. Ajaran yang menggeser Kristus dari pusat iman, menjadikan simbol, tokoh, atau sensasi sebagai fokus, perlu disingkirkan. Bersih-bersih rohani juga berarti meninggalkan sikap acuh terhadap firman Tuhan. Membaca Alkitab, berdoa, dan setia beribadah bukan rutinitas kosong, melainkan sarana menjaga hati tetap terang dan hidup tetap terarah.
Bersih-bersih berikutnya menyentuh area jasmani dan jiwani. Kehidupan jasmani perlu dibersihkan dari kebiasaan yang merusak kekudusan, disiplin, dan kesaksian hidup. Apa yang dilakukan oleh tangan, ke mana kaki melangkah, serta apa yang dipelihara oleh mata dan pikiran, semuanya menentukan arah pertumbuhan. Di sisi lain, jiwa juga perlu dibersihkan dari keserakahan, ke-aku-an, dan ketidakdewasaan. Kelimpahan jasmani tanpa kematangan jiwa hanya akan melahirkan kekosongan baru. Tuhan rindu umat-Nya bukan hanya diberkati, tetapi juga siap menanggung berkat dengan karakter yang benar.
Bersih-bersih bukanlah tujuan, melainkan jalan menuju pertumbuhan yang sejati. Tuhan tidak sekedar memanggil umat-Nya untuk menjadi Kristen sebagai status, tetapi juga fungsi dan posisi. Hidup yang bersih memungkinkan kehidupan yang berbuah, dan kehidupan yang berbuah menjadi berkat bagi banyak orang. Sudah saatnya kita untuk menata ulang hati, iman, dan gaya hidup, agar pertumbuhan tidak berhenti pada wacana, tetapi nyata dalam keseharian.
*** Bersih-bersih dulu, sebab hidup yang dibersihkan Tuhanlah yang paling siap menerima kelimpahan.***
-GN