KEUANGAN YANG BERKELIMPAHAN – Pdt. Yohannes Nahuway, M.Th

Indonesian Bethel Women's Worship Mawar Saron

Bacaan Alkitab : Amsal 31:16; Lukas 8:3b “Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya.”

“Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaanmereka.”

Introduction

Alkitab tidak hanya berbicara tentang iman dan kehidupan rohani, tetapi juga memberikan prinsip yang sangat praktis dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal mengelola keuangan. Banyak tokoh perempuan dalam Alkitab menunjukkan bagaimana hikmat Tuhan menuntun mereka untuk mengatur berkat yang dipercayakan kepada mereka. Kelimpahan bukan hanya tentang banyaknya yang dimiliki, tetapi tentang bagaimana seseorang mengelola dan menggunakan apa yang Tuhan percayakan kepadanya. Seorang wanita yang berlimpah adalah wanita yang hidup dengan hikmat. Ia tidak hanya menerima berkat Tuhan, tetapi juga mampu mengelolanya dengan benar dan menaburkannya bagi pekerjaan Tuhan. Alkitab menunjukkan bahwa kelimpahan tidak datang secara kebetulan, melainkan melalui prinsip-prinsip kehidupan yang dijalani dengan setia. Dua diantaranya adalah bijak dalam mengelola dan bijak dalam menabur.

Bijak Mengelola

Prinsip pertama dari wanita yang berlimpah adalah kemampuan untuk mengelola apa yang Tuhan percayakan kepadanya dengan penuh hikmat. Amsal 31:16 berkata, “Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanamnya.” Ayat ini menggambarkan seorang perempuan yang tidak hidup secara sembarangan, melainkan memiliki perencanaan, pertimbangan, dan tanggung jawab dalam menggunakan sumber daya yang dimilikinya. Ia berpikir ke depan, melihat peluang, dan mengambil keputusan yang membawa manfaat bagi keluarganya.Mengelola dengan bijak berarti tidak hanya menggunakan uang untuk kebutuhan sesaat, tetapi juga memikirkan masa depan. Wanita yang berlimpah memahami bahwa setiap berkat adalah amanat dari Tuhan. Karena itu, ia belajar mengatur, menyimpan, mengembangkan, dan menggunakan apa yang ada dengan penuh tanggung jawab. Hikmat dalam pengelolaan membuat berkat Tuhan tidak berhenti, tetapi terus berkembang dan menjadi sumber kebaikan bagi banyak orang.

Bijak Menabur

Prinsip kedua dari wanita yang berlimpah adalah kerelaan untuk menabur. Lukas 8:3 mencatat bahwa banyak perempuan yang melayani Yesus dan para murid “dengan kekayaan mereka.” Ini menunjukkan bahwa sejak zaman pelayanan Yesus di bumi, ada perempuan-perempuan yang menggunakan apa yang mereka miliki untuk mendukung pekerjaan Tuhan. Mereka tidak hanya menikmati berkat, tetapi juga mengambil bagian dalam misi Allah.

Menabur bukan sekadar memberi, tetapi merupakan sikap hati yang percaya bahwa Tuhan adalah sumber segala berkat. Wanita yang berlimpah tidak hidup dalam ketakutan kehilangan, melainkan dalam iman bahwa ketika ia menabur bagi Tuhan dan sesama, Tuhan sendiri yang akan memelihara hidupnya. Melalui pemberian, pelayanan, dan dukungan terhadap pekerjaan Tuhan, berkat yang dimiliki menjadi alat untuk memperluas kerajaan Allah dan memberkati banyak orang.

Cover

Kelimpahan sejati tidak diukur dari jumlah harta yang dimiliki, tetapi dari hikmat dalam mengelola dan kerelaan dalam menabur. Seorang wanita yang hidup menurut prinsip Tuhanakan belajar mengatur setiap berkat dengan bijaksana serta menggunakan apa yang dimilikinya untuk tujuan yang lebih besar dari dirinya sendiri. Dengan mengelola dengan hikmat dan menabur dengan iman, kehidupan seorang wanita tidak hanya mengalami kecukupan, tetapi juga menjadi saluran berkat bagi keluarga, gereja, dan banyak orang.

Ketika prinsip-prinsip ini dijalani dengan setia, kelimpahan yang Tuhan janjikan bukan hanya menjadi pengalaman pribadi, tetapi juga menjadi kesaksian nyata tentang bagaimana Tuhan bekerja melalui kehidupan orang yang mempercayakan segala sesuatu kepada-Nya. Wanitayang berlimpah adalah wanita yang hidup dalam hikmat Tuhan dan menjadi berkat bagi dunia di sekitarnya

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments