Bacaan Alkitab: Matius 20:1-16
Ayat Renungan: Matius 20:4
“Pergilah juga kamu ke kebun anggur itu dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu.”
Pelayanan Kristen tidak pernah dimaksudkan sebagai jalan mencari nafkah, melainkan sebagai respons ketaatan kepada anugerah Allah. Perumpamaan tentang pekerja di kebun anggur menegaskan bahwa pemilik ladang memanggil orang-orang untuk bekerja, sementara urusan upah sepenuhnya berada di tangan-Nya. Fokus utama para pekerja adalah kesetiaan bekerja, bukan perhitungan keuntungan. Prinsip ini mengingatkan bahwa pelayanan lahir dari panggilan, bukan dari kalkulasi ekonomi. Hati yang benar akan melihat pelayanan sebagai kehormatan, bukan sebagai profesi untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pelayanan juga berkaitan erat dengan cara seseorang memandang masa depan. Kesadaran bahwa kesudahan sudah dekat menolong orang percaya menata hidup dengan bijaksana, bekerja dengan sungguh-sungguh dalam tanggung jawab sehari-hari, dan melayani dengan sukacita di hadapan Tuhan. Nafkah diperoleh melalui kerja yang jujur dan tekun, sementara pelayanan dijalani sebagai bentuk syukur. Ketika peran ini tidak tertukar, hati menjadi tenang dan arah hidup menjadi jelas. Kebahagiaan muncul karena hidup terasa berguna dan selaras dengan kehendak Allah.
Selain menata masa depan, pelayanan menolong seseorang berdamai dengan masa lalu. Petrus melayani bukan karena ia sempurna, melainkan karena ia telah diampuni. Pelayanan menjadi ruang pertumbuhan, tempat manusia lama ditinggalkan dan kesucian dikejar dengan kerendahan hati. Pelayan Tuhan bukanlah orang yang merasa paling layak, melainkan orang yang mau dibentuk. Dalam proses ini, pelayanan tidak dijadikan alat untuk menutup kekurangan hidup, tetapi sarana pemulihan yang meneguhkan harapan.
Pelayanan menuntut ketulusan dan keteguhan. Melayani di tengah perbedaan dan tekanan membutuhkan hati yang berjuang melakukan yang benar, bukan mencari keuntungan. Ketika seseorang telah terlibat dalam pelayanan, hidup dijalani dengan lebih bertanggung jawab dan tidak sembrono. Teladan Kristus dan para rasul mengingatkan bahwa kesetiaan hari ini adalah kesaksian iman yang nyata, tanpa motif tersembunyi.
✨Jangan nganggur di ladang anggur-Nya Tuhan -Pdt. Yohannes Nahuway- ✨
-GN