MENGELOLA HIDUP DENGAN HIKMAT DAN KEBERGANTUNGAN KEPADA TUHAN

Bacaan Alkitab : Mazmur 127:1-5

Ayat Renungan : Mazmur 127:1

Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah jerih payah orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”

Hidup sering kali berjalan cepat tanpa memberi ruang bagi manusia untuk berhenti dan menata ulang arah. Banyak orang sibuk bekerja, melayani, dan mengejar hasil, namun lupa memastikan fondasi hidupnya berdiri kokoh. Iman yang benar tidak meniadakan usaha, namun menempatkan usaha pada posisi yang tepat. Kehidupan yang terkelola dengan baik lahir dari kesadaran bahwa manusia bukan pusat segalanya, melainkan bagian dari rencana Allah yang lebih besar. 

Mazmur 127 mengingatkan bahwa keberhasilan sejati tidak pernah terlepas dari keterlibatan Tuhan. Usaha membangun, menjaga, dan bekerja akan kehilangan makna apabila Tuhan tidak menjadi dasar utama. Kerja keras tetap diperlukan, ketekunan tetap penting, dan tanggung jawab tidak bisa diabaikan. Kebergantungan kepada Tuhan memberi arah, ketenangan, serta makna pada setiap jerih payah yang dilakukan.

Kisah Salomo menunjukkan bahwa hikmat dan keberhasilan harus dikelola dengan keseimbangan. Iman tanpa kerja menghasilkan kemalasan, sedangkan kerja tanpa iman melahirkan kesombongan. Kehidupan rohani yang sehat menuntun seseorang untuk bekerja dengan jujur, tertib, dan penuh tanggung jawab. Tata kelola hidup yang baik dimulai ketika iman mengatur cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan setiap hari. 

Tuhan tidak pernah menutup kesempatan bagi mereka yang mau bergantung kepada-Nya. Setiap hari tetap terbuka untuk belajar, memperbaiki diri, dan membangun hidup yang berkenan. Waktu, tenaga, dan berkat dipercayakan agar dikelola dengan bijaksana. Kehidupan yang seimbang antara iman dan kerja akan menuntun pada berkat yang bukan hanya cukup, melainkan berkelanjutan. 

Tuhan menggantungkan berkat-Nya kepada setiap orang yang menata hidupnya dengan iman dan tanggung jawab.

-GN