Bacaan Alkitab : Mazmur 1:1-6
Ayat Renungan : Mazmur 1:6
“Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.”
Pernahkah anda melihat seorang pelaut yang menurunkan jangkar di titik yang diperintahkan kapten, meski ombak tinggi dan arahnya tidak masuk akal? Tindakan pelaut tersebut mungkin terlihat sederhana, atau bahkan rasanya membuang waktu. Namun para pelaut tahu, ketaatan kecil seperti itu yang akan menentukan apakah kapal tetap stabil atau justru terombang-ambil dan karam. Hidup kita pun seperti itu, sering kali Tuhan mengarahkan kita pada langkah-langkah yang tampak kecil, tidak nyaman, atau bahkan tidak sesuai logika kita. Kita perlu taat terhadap arahan-arahan yang Tuhan berikan agar kita mampu melihat bagaimana Tuhan membuka berbagai berkat dalam hidup kita, dimulai dari urapan, sukacita, hingga kelimpahan.
Taat menghadirkan urapan, yang artinya ketaatan membuka pintu bagi karya Roh Kudus untuk bekerja secara nyata dalam hidup kita. Saat kita memilih berjalan menurut firman Tuhan dan tidak mengikuti jalan orang fasik, kita sedang menempatkan diri dalam aliran kuasa Ilahi. Urapan Tuhan tidak hanya menyangkut aktivitas rohani dalam pelayanan, namun juga menyentuh aspek kehidupan seperti pekerjaan, Keputusan, bahkan sampai ke karakter kita. Ketaatan bukan sekadar tindakan moral, melainkan merupakan respon iman yang memungkinkan seseorang mengalami penyertaan Allah yang memberi hikmat dan kekuatan melebihi kemampuan manusiawi.
Ketaatan menghadirkan sukacita sejati, karena melalui ketaatan, seseorang selaras dengan kehendak Tuhan dan dipimpin oleh Roh Kudus. Ketaatan menghasilkan damai sejahtera dan ketenangan batin yang mendalam. Ketika seseorang memilih taat di Tengah pergumulan emosi dan godaan, Tuhan memberikan kekuatan untuk melakukan yang benar. Sehingga, setelah melewati ujian tersebut muncul rasa syukur dan sukacita yang murni.
Terakhir, ketaatan kepada Tuhan membuka pintu berkat jasmani, termasuk harta dan kekayaan, sebagaimana dijanjikan dalam Mazmur 112:1-3. Berkat disini berbicara mengenai prinsip Ilahi bahwa Tuhan memberkati rumah orang-orang yang takut akan Dia dan hidup setia pada perintah-Nya. Ketika seseorang menjaga hidupnya tetap benar, tidak mengikuti nasihat orang fasik, serta berdiri dan duduk dalam lingkungan yang benar, maka Tuhan menegakkan reputasinya, memberkati keturunannya, dan memelihara kelimpahan dalam rumahnya. Dengan demikian, kekayaan yang dimaksud bukan hanya materi, tetapi kesejahteraan menyeluruh yang Tuhan anugerahkan kepada orang yang hidup dalam ketaatan.
Di balik setiap langkah ketaatan yang kita ambil, Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih besar dari yang kita bayangkan. Ketika kita memilih untuk tetap taat meski keadaan tidak masuk akal, maka sesungguhnya kita sedang berjalan menuju berkat yang sudah Tuhan rancangkan.
✨Ketaatan kecil yang kita kerjakan adalah pintu kemenangan besar yang Tuhan sediakan di masa depan✨
-GN