PERCAYA DAN TAAT: DUA SISI DARI MATA UANG YANG SAMA

Bacaan Alkitab : Yohanes 3:22-26
Ayat Renungan : Yohanes 3:26

Siapa saja yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi siapa saja yang tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap tinggal di atasnya.”

Alkitab mengingatkan bahwa percaya tidak pernah berhenti di level pengakuan. Yohanes 3:36 menyampaikan kebenaran yang tajam dan sangat penting. Kata “tidak taat” dalam teks aslinya adalah apeitheó yang berarti tidak taat, tidak mau dibujuk, dan menolak percaya. Artinya, ketidaktaatan bukan hanya pelanggaran moral, tetapi sikap hati yang menolak mempercayai Kristus. 

Sering kali kita memisahkan “percaya” dan “taat” seolah keduanya dua hal yang berbeda. Tapi Yohanes 3:36 menegaskan bahwa percaya sejati selalu menghasilkan ketaatan. Tetapi ketika seseorang benar-benar percaya kepada Yesus, percaya bahwa Dia baik, bahwa firman-Nya benar, dan bahwa jalan-Nya membawa kehidupan, maka ketaatan muncul sebagai respon alami. Ketaatan bukan beban, melainkan buah dari hubungan. 

Yohanes menyatakan bahwa mereka yang percaya dan karena itu taat akan melihat hidup kekal, bukan hanya kelak di surga, tetapi dimulai sejak sekarang; hidup yang dipenuhi kedamaian, hidup yang memiliki arah, hidup yang dibentuk oleh kasih, dan hidup yang bertumbuh dalam karakter Kristus. Sebaliknya, mereka yang menolak percaya, yang ditunjukkan melalui ketidaktaatan maka, tidak akan melihat hidup. “Mereka” bisa aktif dalam agama, tetapi mati dalam roh. Bisa sibuk dengan banyak hal, tetapi kosong di dalam.

Ketaatan yang Tuhan minta bukanlah kesempurnaan. Ketaatan adalah hati yang mau dibujuk oleh Tuhan. Orang yang percaya adalah orang yang mau diarahkan, ditegur, dan dibentuk. Mari kita memeriksa diri, “area mana dalam hidupku yang di mana aku berkata aku percaya, tetapi hidupku belum taat?” Dalam Kristus, ketaatan selalu dimulai dengan percaya bahwa: Tuhan itu baik, firman-Nya benar, dan jalan-Nya membawa kehidupan. 

Percaya tanpa taat hanya menjadi teori. Taat tanpa percaya hanya menjadi legalisme.
-GN