Bacaan Alkitab : Mazmur 42:1-13
Ayat Renungan : Mazmur 42:6 & 13

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!”

Telinga kita pasti sudah tidak asing mendengar kata “iman” dan “percaya”. Bahkan, sebagai orang Kristen kita selalu dituntut untuk melakukan kedua hal tersebut. Kita harus beriman bahwa Kristus adalah Juruselamat kita. Kita harus selalu percaya bahwa Tuhan baik, Tuhan sanggup, Tuhan menyertai. Namun pada kenyataannya, ketika masalah datang, hati bisa goyah. Terkadang yakin Tuhan mampu, tetapi ragu apakah kita bisa menghadapi kenyataan hidup. Pada momen-momen seperti ini, yang kita butuhkan bukan hanya iman saja, tetapi juga percaya dan berani melangkah. Iman adalah dasar, percaya adalah aksi.

Mazmur 42 menggambarkan keadaan orang yang sedang galau, jauh dari rumah Tuhan, bahkan menerima hinaan dengan pertanyaan “Di mana Allahmu?” (ayat 4, 11). Kondisi ini relevan dengan situasi saat-saat ini. Keadaan ekonomi yang tidak stabil, harga kebutuhan harian yang terus naik, ketidakpastian pekerjaan, dan beban hidup yang berat. 

Iman dalam bahasa Ibraninya adalah pistis (πίστις) yang artinya dasar dan keyakinan dalam hati. Sedangkan, percaya dalam bahasa Ibraninya adalah pisteuó (πιστεύω) yang berarti tindakan yang lahir dari iman. Maka, iman itu yakin bahwa Tuhan ada dan bekerja, sedangkan percaya berarti berani melangkah dengan keyakinan itu. 

Seringkali tubuh lebih dulu merespon masalah: mata melihat keadaan yang menyakitkan, telinga mendengar omongan negatif, dan hati mulai gelisah. Kemudian, jiwa kita bisa tertekan, muncul rasa takut, gagal, atau bahkan minder. Tetapi, ketika kita mengizinkan roh kita terhubung dengan Tuhan melalui firman, pujian, doa, dan komunitas sehat, kepercayaan yang sejati mulai muncul. 

Percaya bukan hanya “aku yakin Tuhan bisa”, tetapi juga “aku percaya, aku bisa, aku melangkah karena Tuhan menyertaiku”. Percaya membutuhkan tindakan nyata kita, berusaha dan tetap maju meski rasanya berat. Tuhan memberikan berkat bukan untuk orang diam, tetapi untuk yang bergerak dalam iman. Dunia boleh meragukanmu, tetapi percaya membuatmu bangkit kembali. 

Melangkahlah. Tuhan berjalan bersamamu. Saat kamu percaya, kamu sedang membuka pintu berkat

-GN