Bacaan Alkitab : Roma 8:9-11
Ayat Renungan : Roma 8:9
“Namun, kamu tidak hidup dalam tabiat daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah tinggal di dalam kamu. Namun, jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.”
Baru-baru ini PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia) memperingatkan bahwa masalah kesehatan mental pada remaja meningkat. Dalam riset 2025 ditemukan bahwa dari 624 remaja usia 13–24, banyak yang belum berkembang optimal pada fungsi eksekutif otak, dan mengalami kesulitan menjaga fokus serta mudah stres. Data ini menunjukan fakta bahwa tekanan hidup saat ini bukan hal ringan, bukan hanya bagi anak muda, tetapi juga orang dewasa. Banyak orang hidup dalam kecemasan, pikiran terasa penuh, hati gelisah, dan masa depan terasa tidak jelas. Di tengah situasi seperti ini, kita diajak kembali kepada satu fondasi yang kokoh: iman kepada Tuhan.
Roma 8 mengingatkan bahwa kehidupan orang percaya tidak hanya digerakkan oleh kekuatan diri, tetapi oleh Roh Allah yang tinggal di dalam kita. Iman bukan hanya definisi rohani, tetapi “kunci hidup” yang menyalakan roh, memperbaharui pikiran, dan menuntun tindakan. Iman dimulai dari roh ketika seseorang menerima Kristus, Roh-Nya tinggal dan bekerja dari dalam. Lalu iman mengalir ke jiwa, mengubah kecemasan menjadi harapan, ketakutan menjadi keberanian, dan pikiran yang kacau menjadi tenang dalam penyertaan Tuhan. Ketika iman bertumbuh di roh dan jiwa, maka terlihat melalui tubuh dalam keputusan, gaya hidup, ketekunan, dan langkah nyata yang diambil setiap hari meski situasi belum berubah.
Iman tidak selalu menghilangkan badai hidup, namun iman memberi kita kekuatan untuk tetap berdiri di tengah badai itu. Saat hati mulai gelisah, iman berkata, “Tuhan memegang kendali.” Saat pikiran penuh tekanan, iman mengingatkan kita bahwa ada damai sejahtera yang melampaui akal. Ketika kita memilih percaya dan menyerahkan hidup kepada Allah, Roh Kudus menghidupkan kembali roh yang lelah, memperbarui pikiran, dan memberi kekuatan pada tubuh untuk tetap melangkah. Iman membuat kita bukan hanya bertahan, tetapi bangkit dan menang dalam Kristus.
Mungkin hari ini Anda berada dalam tekanan pikiran, kelelahan emosi, atau kekhawatiran masa depan. Berita di atas mengingatkan bahwa banyak orang pun sedang berjuang seperti kita. Namun kabar baiknya adalah Tuhan tidak membiarkan kita berjalan sendiri. Ia memberi kita Roh-Nya, pengharapan baru, dan damai sejahtera yang tidak bisa diberikan dunia. Marilah kita kembali kepada Tuhan, membuka hati bagi-Nya setiap hari, dan membiarkan iman bekerja dari dalam ke luar. Ketika roh kita menyala, jiwa kita tenang, dan tubuh kita melangkah dalam kebenaran, hidup kita akan menjadi kesaksian tentang kuasa Tuhan.
✨Iman yang hidup mengubah kegelisahan menjadi ketenangan, sebab Roh Tuhan bekerja dari dalam diri kita✨
-GN